Kamis, 07 September 2017

Tips dan Trik Lolos Seleksi Penerimaan CPNS 2017

Well.. Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah dibuka lagi... Kali ini no hoax yaa alias valid! Tahun 2017 ini setelah sebelumnya dua instansi yakni Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), kini puluhan Kementerian/Lembaga serta satu Pemerintah Daerah membuka penerimaan CPNS kembali. Oke, untuk info lebih jelasnya Teman-teman bisa cek di website Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Saya disini tidak akan membahas tentang teknis pendaftarannya, namun lebih ke bagaimana masukan dari saya agar bisa berhasil lolos dalam Penerimaan CPNS ini. Sebelum masuk ke poin-poin tips dan triknya, saya beritahu terlebih dahulu bahwa proses seleksi ini terdiri atas beberapa tahapan, antara lain biasanya: Seleksi Administrasi, Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Setiap instansi biasanya berbeda-beda, ada yang proses seleksinya hanya sampai TKD alias tidak ada TKB, serta ada pula yang bahkan terdapat seleksi wawancara di akhir. Nah, kebetulan, pada saat saya mengikuti Seleksi Penerimaan CPNS pada akhir tahun 2014 di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, proses seleksinya hanya ada dua yaitu Seleksi Administrasi dan TKD saja, jadi disini saya hanya menampilkan tips dan trik berkenaan dengan dua tahapan tersebut hehehe... Well, berikut saya sajikan dalam bentuk poin yaa Teman-teman....

  1. Pelajari baik-baik informasi mengenai formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan setiap instansi. Ini penting banget. Ketika pengumuman mengenai seleksi penerimaan CPNS sudah dibuka, tentunya Teman-teman langsung kepo mengenai formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan. Of course, untuk mengetahui adakah peluangku? Kalau kualifikasi pendidikan Teman-teman ada, dan kebetulan formasi jabatannya pun diminati, segera konsultasikan pada orang tua. Orang tua selalu tahu yang terbaik untuk anaknya :) Pada akhir tahun 2014 pada saat saya mendaftar CPNS, banyak sekali kualifikasi pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di beberapa Pemerintah Daerah yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan untuk di Pemprov DKI Jakarta. Tentu saja peluang yang paling menggiurkan adalah di Pemprov DKI Jakarta, selain peluangnya 500 orang, apabila diterima menjadi pegawai disana kesejahteraan pun insya Allah terjamin. Namun setelah saya berkonsultasi dengan orang tua, orang tua saya mengarahkan saya untuk mendaftar formasi jabatan "peneliti pertama" saja dengan kualifikasi pendidikan "semua jurusan" di Pemprov Jabar dengan kuota 2 orang :) Memilih formasi jabatan dan instansi ini harus benar-benar ya Teman-teman, jangan asal-asalan, karena kita hanya dapat mendaftar untuk 1 formasi jabatan di suatu instansi saja:)
  2. Setelah yakin dan direstui orang tua akan pilihan Teman-teman, selanjutnya mendaftarkan secara online secara berhati-hati pula. Jangan sampai ada kesalahan data yang kita isi. Tidak perlu terburu-buru. Jangan lupa membaca basmallah ketika submit data kita :)
  3. Menanti kelulusan seleksi administrasi memang agak memakan waktu, of course para panitia seleksi tentunya harus memeriksa secara seksama setiap berkas yang masuk. Namun waktu yang tersedia jangan kita sia-siakan, tetap berdoa dan optimis bahwa kita lolos administrasi apalagi apabila memang kita memenuhi semua syarat kelengkapan. Selain itu, waktu juga dapat kita manfaatkan untuk mulai berbelanja buku Soal CPNS dan mulai berlatih. Jangan lupa pula selalu memantau email atau akun kita, jangan sampai kita tertinggal informasi mengenai kelulusan kita ;) Sebagai pengalaman, saya pun hampir saja tertinggal informasi. Alhamdulillahnya kebetulan ada temannya teman saya yang juga mengikuti seleksi di Pemprov Jabar, dan dia update status di medsos. Dan dari teman saya itu pulalah saya mengetahui bahwa pengumuman kelulusan seleksi administrasi sudah ada. Saya mengetahui pengumuman hari Sabtu dan TKD dilaksanakan hari Selasa, yang ini jangan ditiru ya :D
  4. Persiapan TKD itu harus benar-benar maksimal, karena seleksi inilah yang paling objektif dan akan menentukan masa depan kita hehehe.... Jangan pernah merasa boros untuk membeli beragam jenis buku CPNS, baiknya apabila dilengkapi juga dengan CD Simulasi Computer Assisted Test (CAT) agar kita belajar menggunakan aplikasi yang satu ini. Buku itu MURAH. Dan kita tidak akan pernah rugi dengan membeli buku :) Jangan pernah bosan berlatih, semangaattt!!! 
  5. For you information, TKD itu terdiri ada tiga materi, antara lain: Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). TIU itu adalah nama lain dari psikotest hehe, dan memang kebanyakan buku-buku latihan soal berisikan soal-soal psikotest atau TIU. Soalnya relatif mudah jika dibandingkan dengan soal SNMPTN (soal tersulit yang pernah aku kerjakan, BHAY senampeteen!!!). Soal-soalnya seperti sinonim, antonim, analogi, baris bilangan, matematika dasar, gampang banget kan.. Insya Allah kalau ngerjainnya tenang mah dapet 100 weh! :) Lalu TWK atau nama lainnya adalah: Soal-soal Materi Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah SMA :) hehehe. Jadi, tipsnya adalah buka-buka lagi materi PKn dan Sejaran SMP juga SMA. Jadi soal-soalnya itu semacam materi Orde Lama, Orde Baru, Amandemen UUD, dan lain-lain. Jangan lupa juga ngapalin peraturan-peraturan yaa ;) Nah kalau TKP itu nama lain dari tes kepribadian. Soal-soalnya paling gampang! Kita cuma ditanya semacam: "Apa yang akan Anda lakukan jika pada saat Anda mendapatkan tugas penting dari atasan Anda, dan pada saat yang bersamaan Ibu Anda meminta Anda pulang?" Nah loh.... Bawa perasaan banget kan hehehe. Teman-teman silakan jawab jujur sesuai dengan hati nurani Teman-teman. Tapi tips dari aku sih, ga perlu berpikir panjang (inget CAT diwaktu!), tinggal pilih jawaban yang paling bijak! Paham kan yaahh hehehe.. Kalau aku berpikirnya, aku memilih suatu jawaban yang paling bijak, padahal kenyataannya aku belum bisa seperti itu, namun aku niatkan saja akan berusaha sebijak itu, toh ada kata "akan" jadi belum :D hehehe... Tapi jawaban itu kembali kepada pilihan Teman-teman :)
  6. Tiba saatnya hari H pelaksanaan CAT jreng jreng.... Pastikan Teman-teman sudah mempersiapkan sebaik-baiknya. Belajar to the max udah, tinggal mempersiapkan fisik dan mental. Ini penting banget loh. H-1 sebelum pelaksanaan, pastikan barang-barang sudah masuk ke tas yang akan dibawa saat hari H dan Teman-teman juga sudah mempersiapkan penampilan. Yang pasti jangan sampai tertinggal KARTU PESERTA dan berkas-berkas lain yang diminta untuk dibawa pada hari H, juga berkas lain seperti foto, alat tulis, dan lain sebagainya. Pakaian juga sudah dipersiapkan, tentunya harus pakaian yang sopan dan rapi, juga nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi kita saat pengerjaan soal. Tidak perlu serapi pegawai bank hehehe. Begitupun pula dengan sepatu. Ingat yah kita harus memakai SEPATU. Pengalaman saya, ketika akan memasuki ruangan CAT dan berbaris, ada salah seorang peserta yang diminta untuk mengganti alas kakinya karena alas kakinya dianggap tidak termasuk salah satu jenis dari sepatu. Pada H-1 juga kita harus sudah mengatur diri dan waktu sebaik-baiknya. Misal makanan yang kita makan harus sehat dan bergizi, jangan makan sembarangan dan terlalu pedas yang khawatir akan berefek pada keesokan paginya. Lalu waktu di malam hari juga harus diatur, pukul berapa maksimal kita tidur. Ingat, maksimal pukul 21.30 ya kita harus sudah istirahat karena kita akan berjuang keras besok pagi. Jadi kita harus sudah mengatur pukul berapa sampai pukul berapa kita akan membuka buku lagi dan sebagainya. Oh iya, jangan lupa juga apabila Teman-teman adalah anak kost yang jauh dari orang tua a.k.a tidak ada yang nyiapin sarapan pagi, memikirkan sarapan dari H-1 juga penting. Misalnya kita sudah membeli roti untuk sarapan esok hari, khawatir kita berangkat sangat pagi dan ibu nasi kuning belum buka :)
  7. Nah ini THE REAL HARI H hehehehe..... Sepertinya Teman-teman tidak akan tidur terlalu nyenyak pada malam harinya hehehe. Tips dari saya sih, bagi yang beragama Muslim, Teman-teman baiknya sudak bangun pukul 03.00. Tidur dari pukul 21.30 s.d. 03.00 sangatlah cukup bagi orang dewasa. Kita bisa memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa untuk diberikan yang terbaik dan doa ini amat penting:) Setelah itu, jangan tidur lagi yaa hehehe, karena tidur lagi pada jam-jam tersebut juga akan menyebabkan pusing, itu kan bahaya banget! Mending waktu yang ada dimanfaatkan untuk baca-baca kembali, dan pada jam-jam tersebut, pikiran lebih fokus. Selanjutnya masuk waktu Shubuh, kita harus bergegas. Melaksanakan ibadah, lalu mulai bersiap seperti mandi, berpakaian, dan sarapan. Kita harus memiliki batas maksimal pukul berapa kita harus sudah berangkat. Sekali-sekali telat masuk kelas pas kuliah masih bisa ditoleransi, tapi kalau harus telat saat ikut Tes CPNS itu enggak banget! Kita harus memperhitungkan waktu dengan faktor-faktor seperti kemacetan dan lain sebagainya. Saya waktu itu mengikuti tes di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional III Jalan Surapati Bandung yang dimulai pukul 07.30 dan setengah jam sebelum mulai harus sudah berada disana, dan saya sudah mulai berangkat dari Ledeng pada pukul 05.45 :) 
  8. SAATNYA MENGERJAKAN CAT.... Oke ini medan perjuangan Teman-teman. Bismillah.... Tenang.... Oh iya, sebelum memasuki ruangan tes, ini penting sekali saya ingatkan untuk melupakan sejenak urusan-urusan Teman-teman selain tes ini. Jadi, ketika mengerjakan soal-soal CAT, Teman-teman bisa berkonsentrasi penuh. Contoh: jemuran, pacar, dan lain-lain. Biasanya sebelum CAT dimulai, akan ada penjelasan dari panitia, simak baik-baik. CAT ini user friendly banget pokoknya, kalau salah bisa diganti, bisa pindah-pindah nomor, pokoknya jangan grogi karena takut salah menggunakan aplikasi ini. Ketika mulai duduk di tempat tes masing-masing, buatlah nyaman diri Teman-teman, misalnya posisi kursi, posisi mouse, dan lain-lain. Oke mulai yaahh.. Bismillah.... Nah Teman-teman bisa memulai dengan soal TKP terlebih dahulu karena biasanya itu yang termudah. Ingat sekali lagi, pikiran Teman-teman harus full memikirkan jawaban soal ya. Pengalaman saya saat mengerjakan, yang mengganggu saya pada saat itu adalah suara klik-an mouse dari rekan-rekan yang juga mengikuti tes pada saat itu, saya segera berusaha tidak membuat hal tersebut jadi pikiran, pokoknya fokus pada pekerjaan sendiri! Pikiran saya juga sempat beberapa detik melamun ketika di tengah-tengah sedang mengerjakan soal, namun saya singkirkan jauh-jauh dan saya kembali pada soal. Ketika misalnya waktu kita masih banyak, namun soal telah semua kita kerjakan, jangan dulu berpikir untuk mengistirahatkan otak barang sejenak. MAKSIMALKAN WAKTU untuk kembali mengecek setiap butir soal demi soal secara seksama. Ingat, kesempatan ini jarang-jarang, satu detik saja sangat berharga! Jangan lupa, kita juga perlu merencanakan pada detik ke-berapa maksimal kita harus sudah selesai dan klik "selesai". Sebenarnya, apabila tidak kita klik "selesai" dan waktu telah habis, jawaban kita akan terkunci otomatis. Namun ini mah jaga-jaga aja yah hehehe. Pengalaman saya, saya berencana selesai pada 20 detik terakhir sisa waktu, saya khawatir ada problem seperti loading atau sebagainya yang akan menjadi masalah. Saya ingat, pada saat itu, banyak rekan-rekan seruangan yang sudah meninggalkan ruangan jauh sebelum saya, sekitar 30 menit sebelum selesai. Namun saya tidak terpengaruh. Banyak orang yang mudah terpengaruh orang lain dalam hal tes, contohnya orang lain sudah banyak yang keluar pada saat waktu yang disediakan masih banyak, lalu orang tersebut merasa diburu-buru. Padahal tenang. Ingat! Kecepatan mengerjakan soal sama sekali bukan kriteria penilaian. MAKSIMALKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA. Saya ingat pada saat saya selesai itu, mungkin di ruangan tinggal bertiga dari puluhan orang yang sebelumnya disana. Panitia sudah berkeliling. Dan ketika kita klik "selesai" dan "oke", nilai kita akan langsung muncul. Well, saya mengingat-ingat skor saya. Panitia yang mendatangi saya ketika melihat saya baru selesai melihat skor saya dan berkata, "wah tinggi" disana rasa percaya diri saya melambung tinggi. Saya pun melangkah keluar, dengan senyum yang tak dapat tertahan, dengan muka berseri. Apapun hasilnya, alhamdulillah saya rasa saya sudah lumayan berhasil memaksimalkan segenap energi dan pikiran saya pada saya CAT dan hasilnya pun sesuai. Saya bergegas ke bawah, ke layar yang dipajang di depan kantor BKN Regional III yang berisikan urutan skor peserta tes yang baru keluar. Layar tersebut dikerumuni orang-orang, para peserta tes yang tadi seruangan denganku. Aku cukup kesulitan untuk mencari namaku. Layar berjalan ke bawah, aku berupaya menemukan namaku, namun aku belum berhasil menemukannya. Sampai layar berjalan hingga ke kolom terbawah, sang tabel pun kembali muncul dari urutan teratas. Dan aku tidak percaya, urutan pertama adalah namaku T_T Pada saat itu, mataku langsung berkaca-kaca, aku tak pernah paling pintar diantara siapapun, aku tak pernah menjadi ranking satu sejak SD (pernah sih, tapi itupun yang ranking 1 ada dua orang karena jumlah nilai yang sama),aku bisa seperti ini diantara jurusan lain T_T Aku ingat Mama dan Ayah.... Terima kasih banyak Mama dan Ayah.... Dan aku tak dapat menahan air mataku..... Aku menangis sendiri (karena tidak ada teman). Alhamdulillah.....
Well, maaf ya Teman-teman di kalimat-kalimat terakhir poin 8 aku malah curhat hehehe.... Tapi semoga bisa memotivasi aja ya.... Semoga dimudahkan, dilancarkan, dan diberikan yang terbaik bagi Teman-teman yang berminat mengikuti Seleksi Penerimaan CPNS 2017. Semangaattt! :)

Rabu, 21 Juni 2017

Tips-tips Menjadi Mahasiswa Sekolah Pascasarjana

Well, pertama-tama aku mau bilang maaf karena mungkin ini tulisan yang sama sekali ga berguna. Bukan tips sih ya mungkin seharusnya, melainkan curhatan pribadi aja, gimana aku sebagai seorang mahasiswa pascasarjana. Aku mau berbagi aja ke temen-temen yang mungkin agak mirip denganku, baru lulus S1 dan langsung melanjutkan pendidikan S2, khususnya usia kisaran 21 s.d. 24 tahun. Selamat menikmati....

1. About style, tampillah seperti apa yang kamu mau. Ga usah bepikir kalau magister itu tampilannya harus rapi kaya Bapak/Ibu guru, gausah.... Mungkin waktu S1 (khususnya di UPI) ada beberapa dosen yang menghimbau mahasiswanya untuk superrapi bak Bapak/Ibu guru kalau bisa. Tapi usia-usia baru lulus sarjana itu kamu udah dianggap dewasa loh, bebas menentukan pilihan sendiri, dan bisa bertanggung jawab atas diri sendiri. Yang paling penting adalah tetap harus sopan dan menutup aurat. Dan kalau bisa, kamu harus bisa bikin orang lain nyangka kalo kamu masih anak SMA atau mahasiswa S1 :D

2. Tentang perkuliahan di kelas, ini adalah kesempatan yang besar buat kamu menyampaikan pemikiran-pemikiran berhargamu. Kegiatan inti di kelas sebenernya cuma dua: presentasi dan diskusi. Di awal perkuliahan biasanya dosen yang ngasih presentasi, tapi selanjutnya adalah mahasiswa itu sendiri. Dan keluarkan kemampuan maksimalmu selama perkuliahan di kelas ini. Prepare materi presentasi dengan sebaik-baiknya dan berusaha untuk menguasai materi, berlatih untuk presentasi, serta tampil dengan maksimal dan percaya diri. Dan ketika orang lain yang presentasi (baik dosen ataupun teman), berusaha aktif selama kegiatan diskusi baik bertanya maupun menanggapi.

3. Tentang tugas. Berusahalah untuk mencicil tugas, tidak menggunakan sistem kebut semalam (seperti aku). Kenapa? Karena sebagian penilaian kita berasal dari tugas ini. Dan untuk menciptakan sebuah tugas yang maksimal, butuh referensi yang mumpuni dan analisis yang tajam, dan ini memang tidak cukup hanya semalam. Memang sih dari pengalaman aku, fine fine saja saya mengerjakan dalam waktu semalam. Tapi, ada beberapa hal yang harus dikorbankan, diantaranya: jam tidur yang dikorbankan dan hibernasi pascapengumpulan tugas merupakan hal yang tidak bisa dihindari, berebut di tempat print dengan orang lain dan terkadang menyalahkan pemilik fotokopian yang lama menjilid lah atau apalah, serta sprint ke tempat pengumpulan tugas (ruang dosen) demi mengejar batas maksimal pengumpulan tugas yang berakhir pada ngos-ngosan panjang dan keringat yang bercucuran deras.

4. Tentang pekerjaan. Buat kamu yang udah punya pekerjaan tetap, mungkin sekolah adalah urusan kedua setelah bekerja. Namun bagi kamu yang belum, well pikir-pikirlah dulu. Menurut aku sih ya, pekerjaan yang paling pas untuk mahasiswa yang tengah pendidikan S2 adalah dosen/asisten dosen. Kamu bisa melamar sebagai dosen di universitas swasta (dan tidak terkenal) yang paham kesibukan kamu sebagai mahasiswa, jadi jadwal mengajar kamu akan disesuaikan tidak bentrok dengan kuliah kamu. Kamu juga bisa mencoba menjadi asisten dosen di universitas negeri (dan favorit) dimana pastinya kamu hanya mengajar beberapa jam dalam beberapa hari, benar-benar tidak melelahkan dan tidak mengganggu jadwal perkuliahanmu, malah akan sangat mendukung kuliahmu dari segi pengayaan materi kuliah.

5. Tentang aktivitas lainnya. Untuk menunjang perkuliahan dan pengembangan kompetensimu sebagai seorang calon ilmuwan, cobalah untuk mengisi waktu luang untuk banyak membaca dan menulis. Dua keterampilan bahasa tersebut sangat diperlukan oleh mahasiswa. Membaca buku bisa tentang pendidikan yang sedang kamu tempuh, dan lebih bagus lagi kalau selain itu, karena seorang magister memang dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas dan dalam. Kalau keseringan membaca, biasanya kita juga akan gatal untuk menulis. Cobalah untuk menulis, mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah ataupun tulisan populer. Atau seperti aku bikin tulisan ga jelas kaya gini :D

6. Tentang pertanyaan kapan nikah? Nah ini jenis pertanyaan yang tidak bisa dihindari apalagi di usia-usia baru lulus S1 dan baru masuk S2. Tenang aja, ga usah sakit sati kalau banyak yang nanya kaya ginian. Kita udah lagi S2 toh, lagi belajar, jadikan aja itu alasan kenapa kita belum nikah. Dan kuliah S2 ini bisa bikin muka kita terlihat lebih muda, jadi bilang aja kita masih terlalu muda untuk menikah. So, buat orang-orang yang suka nanya pertanyaan ini, daripada nanya, mending cariin upaya solutif biar orang yang ditanya cepet nikah, ya gak? :D :D :D

Udah ah sekian dulu ya, jadi baper hehehe.... Makasih udah nyimak, wassalam....

Salahkah Aku?

Salahkah jika suatu saat aku merasa sedih?
Dan rasa sedih ini sulit untuk disembunyikan
hingga berat bagiku menarik bibir ke samping
dan semua tahu bahwa senyumku palsu

Salahkah jika suatu saat aku merasa sedih?
Dan rasa sedih ini sulit untuk ditutupi
hingga berat bagiku untuk tertawa ceria
dan semua tahu bahwa tawaku janggal

Salahkah jika suatu saat aku merasa sedih?
Dan rasa sedih ini sulit untuk dibendung lagi
hingga genangan air mata tak dapat tertahan
dan semua tahu bahwa aku menangis

Salahkah?
Jika pada saat itu aku ingin segera pergi
dari kerumunan dari keramaian....
Dan berlari menuju kesendirian....
Kututup pintu rapat, terkunci...
dalam kamar gelap sepi

Dan biarkan perasaan meluap sebesar-besarnya....
Dan biarkan tangisan pecah sejadi-jadinya.....
hingga parau suara ini
hingga kering air mata ini....
Hingga puas!
Hingga selesai!
Hingga aku kuat kembali....
Dan aku bangkit kembali....

Karena tak akan ada yang tahu....
Karena tak akan ada yang paham perasaan ini....

Untukmu yang tak pernah mengerti.

                                                                                                   
                                                                                                             Bandung Utara, 22 Juni 2017


Jumat, 09 Juni 2017

Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah kreatif sering dijumpai. Kreatif berhubungan dengan menciptakan sesuatu yang unik dan berbeda (out of the box). Menurut Suryana (2013), kreativitas adalah kemampuan kecakapan, talenta, dan sikap untuk menciptakan sesuatu yang baru. Lebih lanjut, Suryana (2013) menyebutkan beberapa unsur kreativitas yaitu orisinalitas, berimajinasi, inspirasi, kecerdikan, dan penemuan. Sementara menurut Ervync (Fardah, 2002), kreativitas memainkan peranan penting dalam siklus penuh dalam berpikir kreatif. Kreativitas dalam hal ini bukanlah mengadakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada, akan tetapi kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dengan cara membuat kombinasi, membuat perubahan, atau mengaplikasikan ide-ide yang ada pada wilayah yang berbeda. Menurut Krulik dan Rudnik (1995), berpikir kreatif melibatkan sintesis ide-ide, membangun ide-ide baru, dan menentukan efektivitasnya. Sementara itu, Coleman dan Hammen (Sukmadinata, 2004) menyatakan bahwa berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Berpikir kreatif sangat penting untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana Koutsoupidou & Hargreaves (2009) menyatakan pentingnya berpikir kreatif baik dalam psikologi, sosial, dan pendidikan. Berpikir kreatif dapat berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
Di dalam pembelajaran matematika pun, terdapat salah satu kemampuan matematis yang perlu dimiliki peserta didik yaitu kemampuan berpikir kreatif matematis. Kemampuan ini berhubungan dengan bagaimana peserta didik berpikir fleksibel sehingga dapat menciptakan sesuatu yang unik atau berbeda. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Proudfoot et al. (2015) yang menyatakan bahwa pemahaman umum mengenai proses berpikir kreatif berkaitan dengan konsep “berpikir divergen” – sebuah metode dimana solusi kreatif dicapai melalui pertimbangan dari perspektif yang menyimpang dari norma/kebiasaan. Berpikir divergen artinya peserta didik dapat berpikir banyak hal sehingga muncul ide-ide yang unik atau di luar kebiasaan. Pendapat tersebut juga sesuai dengan yang dikemukakan Pehkonen (Siswono, 2011) yang menyatakan bahwa berpikir kreatif diartikan sebagai suatu kombinasi dari berpikir logis dan berpikir divergen yang didasarkan pada intuisi tetapi masih dalam kesadaran. Berpikir divergen fokus pada fleksibilitas, kelancaran, dan kebaruan (Krutetskii, Haylock, dan Silver dalam Siswono, 2011). Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan salah satu kemampuan high order thinking yang hampir mirip dengan kemampuan berpikir kritis. Apabila kemampuan berpikir kritis siswa menekankan pada berpikir mengerucut (konvergen), rasional, pengujian kebenaran, relevansi, serta adanya pembatasan, maka kemampuan berpikir kreatif lebih menekankan kepada berpikir divergen, pencarian alternatif/kemungkinan jawaban yang sebanyak-banyaknya, kebebasan, serta fleksibel. Munandar (Herdian, 2010) mengatakan ciri-ciri kemampuan kreativitas yang berhubungan dengan kognisi dapat dilihat dari keterampilan berfikir lancar, keterampilan berfikir luwes, keterampilan berfikir orisinil, dan keterampilan menilai.
Keterampilan berpikir lancar memiliki ciri-ciri: (1) mencetuskan banyak gagasan dalam menyelesaikan masalah; (2) memberikan banyak cara atau saran untul melakukan berbagai hal; (3) bekerja lebih cepat dan melakukan lebih banyak daripada yang lain. Kemampuan berfikir luwes mempunyai ciri-ciri: (1) menghasilkan gagasan penyelesaian masalah atau jawaban suatu pertanyaan yang bervariasi; (2) dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda; (3) menyajikan suatu konsep dengan cara yang berbeda.
Kreativitas  dalam  matematika  lebih pada  kemampuan  berpikir  kreatif.  Karena secara  umum  sebagian  besar  aktivitas  yang dilakukan  seseorang  yang  belajar  matematika adalah  berpikir.  Beberapa  ahli  mengatakan bahwa  berpikir  kreatif  dalam  matematika merupakan  kombinasi  berpikir  logis  dan berpikir  divergen  yang  didasarkan  intuisi tetapi  dalam  kesadaran  yang  memperhatikan fleksibilitas,  kefasihan  dan  kebaruan. Terdapat 5 macam ciri kreatif untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif  yakni aspek (1) Kelancaran  (fluency) yaitu kemampuan peserta didik dalam memproduksi banyak ide/gagasan untuk menyelesaikan suatu masalah,  (2)  Keluwesan (flexibility) yaitu kemampuan peserta didik untuk memberikan banyak jawaban untuk menyelesaikan suatu masalah,  (3) Keterperincian  (elaboration) yaitu kemampuan peserta didik untuk menambah situasi dalam masalah dan merincinya untuk menyelesaikan suatu masalah, (4)  Kepekaan  (sensitivity) yaitu kemampuan peserta didik untuk mengetahui/mengidentifikasi sebuah pernyataan apakah masalah atau bukan masalah,  (5)  Keaslian (originality) yaitu kemampuan peserta didik untuk memberikan ide/gagasan yang asli dan berbeda dari yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang.
Menurut Lestari dan Yudhanegara (2015), kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau gagasan yang baru dalam menghasilkan suatu cara dalam menyelesaikan masalah, bahkan menghasilkan cara yang baru sebagai solusi alternatif. Terdapat lima komponen kemampuan berfikir kreatif menurut Torrance (Budiman, 2011), yaitu:
a.         Kepekaan (problem sensitivity) adalah kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu pernyataan, situasi, atau masalah;
b.        Kelancaran (fluency) adalah kemampuan memproduksi banyak gagasan yang mengarah pada penyelesaian suatu masalah.
c.         Keluwesan (flexibility) adalah kemampuan menyelesaikan masalah dan memberikan banyak jawaban terhadap suatu masalah.
d.        Keaslian (originality) adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan kebanyakan orang;
e.         Elaborasi (elaboration), adalah kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap dan  merincinya secara detail yang didalamnya terdapat berupa tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk dapat memahami serta menanggapi suatu masalah, memproduksi banyak gagasan yang mengarah pada penyelesaian suatu masalah, menyelesaikan masalah dan memberikan banyak jawaban terhadap suatu masalah, serta mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli dan jarang diberikan kebanyakan orang.
Berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa salah satu cara dalam pembelajaran yang dapat mengasah kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu dengan model open-ended. Contohnya guru memberikan soal “Tuliskan sebanyak-banyaknya pasangan bilangan yang memiliki KPK 64!” dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan sebanyak-banyaknya kemungkinan jawaban, kemampuan berpikir lancar dan luwes siswa akan terasah.

Pada contoh pembelajaran lain, terdapat soal yang dapat sekaligus memfasilitasi peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Misalnya guru menuliskan sebuah bilangan di balik kertas yang harus dijawab oleh siswa dengan cara mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya, seperti “apakah bilangan tersebut merupakan kelipatan 3?” atau “apakah bilangan terebut merupakan bilangan kuadrat?” Pada saat mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemampuan berpikir kreatif siswa terasah dengan terus mengajukan gagasan-gagasan sebanyak-banyaknya.Sedangkan ketika guru telah memberikan clue-clue yang didapat dari pertanyaan-pertanyaan siswa, pikiran siswa menjadi mengerucut (konvergen) dan mulai menebak bilangan yang dimaksud guru, pada saat itulah kemampuan berpikir kritis siswa terasah.

Daftar Pustaka:
Budiman, H. (2011). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematis Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Software Cabri 3D. Artikel Ilmiah. [Online]. Tersedia di: http://www.pustaka.ut.ac.id/dev25/pdfprosiding2/fmipa201141.pdf (10 Desember 2015).
Fardah, D.K. (2002). Analisis Proses dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Matematika melalui Tugas Open-Ended. Jurnal Kreano, Vol. 3, No. 2.
Herdian. (2010). Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa.[Online]. Tersedia di: https://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/kemampuan-berfikir-kreatif-siswa/  diakses pada tanggal 19 November 2015.
Koutsoupidou, T. & Hargreaves, D.J. 2009. An Experimental Study of The Effects of Improvisation on The Development of Children’s Creative Thinking in Music. Psyochology of Music. Jurnal. Society for Education, Music, and Psychological Research, Vol. 37 (3), p. 251-278. (hal. 11)
Lestari, K.E. & Yudhanegara, M.R. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika: Panduan Praktis Menyusun Skripsi, Tesis, dan Karya Ilmiah dengan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi Disertai dengan Model Pembelajaran dan Kemampuan Matematis. Bandung: Refika Aditama.
Proudfoot, D. et al. (2015). A Gender Bias in The Attribution of Creativity: Archival and Experimental Evidence for The Perceived Association between Masculinity and Creative Thinking. Jurnal. Psychological Science 2015, Vol. 26 (1) 1751-1761. Tersedia di: sagepub.com.
Siswono. (2011). Level of Students's Creative Thinking in Classroom Mathematics. Educational Research and Review. 6 (7). 548-553.
Sukmadinata, N.S. (2004). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suryana. (2013). Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang. Jakarta: Salemba Empat.




Diklat Prajabatan Pola Baru

Haiii Guyysss....
Kali ini aku mau berbagi pengalaman tentang Prajabatan, hehehe. Siapa tau ada Akang/Teteh yang kebetulan akan atau sedang dalam proses Prajabatan kita bisa sharing hehe. Well, apa sih prajabatan itu? Prajabatan adalah sebuah proses pendidikan dan pelatihan yang wajib diikuti semua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai syarat untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Landasan yuridisnya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menetapkan bahwa diklat untuk pembentukan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah Diklat Prajabatan.  Mungkin Akang/Teteh sudah tahu prajabatan dari keluarga atau kerabat yang berprofesi sebagai PNS. Dan salah satu ciri khas orang-orang yang sedang mengikuti Prajabatan adalah pakaiannya hitam putih hihihiii.. Untuk dasi, beberapa instansi berbeda-beda, namun pada saat aku mengikuti Prajabatan, siswa laki-laki harus memakai dasi biasa sedangkan siswa perempuannya memakai dasi kupu-kupu coba, ga kaya waitresses gimanaa -____-
Aku mengikuti Prajabatan sekitar bulan Oktober 2015 di Gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) Provinsi Jawa Barat yang beralamat di Jalan Windu Kota Bandung. Angkatan kami termasuk angkatan yang menjalani Diklat Prajabatan Pola Baru. Well, kaya gimana sih Diklat Prajabatan Pola Baru ituu? Jadi, Diklat Prajabatan Pola Baru adalah Diklat yang memuat nilai-nilai ANEKA sebagai materi utamanya. ANEKA itu singkatan dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Penyelenggaraan Diklat Prajabatan tersebut mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III yang diangkat dari Pelamar Umum. Penyelenggaraan Diklat Prajabatan bertujuan untuk membentuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan publik. Hal tersebut juga mengacu berdasarkan permasalahan saat ini dimana SDM aparatur yang sepatutnya menjadi contoh panutan bagi masyarakat malah terkadang dicap negatif, seperti yang korupsi lah, yang mangkir lah, pungli lah, kurang profesional lah, de el el.
Diklat juga dilaksanakan dalam dua sesi, on class dan off class. Dalam on class, kita diasramakan gitu lah disana, seru banget pokoknya. Kehidupan kita sehari-hari itu, jadi pukul 03.00 kita uda pada bangun dan antri mandi, pukul 04.00 kita harus udah siap ke mesjid untuk salat Shubuh berjamaah, abis Subuh kita tadarusan dan mendengarkan tausyiah. Yang jadi MC dan penceramahnya dari kita-kita juga loh, bergilir ada jadwalnya. Jadi seru kaan bisa belajar jadi MC dan penceramah. After that, kita kembali ke kamar dan pukul 05.30 udah harus ada di lapangan untuk olahraga. Mungkin beberapa dari kita sebel sama keseharian kaya gini yang nuntut untuk bangun pagi banget, ga kurang diospek gimana coba.... Tapi ternyata pendidikan ini bermanfaat banget untuk kita ke depannya. Banyak hikmah yang bisa diambil. Untuk yang beragama muslim khususnya, kita terlatih untuk bangun dini hari, melaksanakan ibadah salat malam sampai subuh, dan melaksanakan aktivitas selanjutnya tanpa tidur lagi. Selain itu, karena ketika memasuki dunia PNS yang sesungguhnya, paling tidak sebulan dua kali, kita akan melaksanakan dinas luar, yaitu bertugas ke luar kota untuk menggali informasi, berdiskusi, dan lain sebagainya. Dinas luas emang nyenengin karena selain bisa jalan-jalan gratis, silaturahmi, dan dapat ilmu, kita juga dibekali uang saku hehe.... Tapi kita juga harus rela berkorban bangun dini hari karena untuk mengejar pagi sekitar pukul 09.00 di tempat bertugas, kita harus berangkat pagi sekali. Terus buat apa kita olahraga tiap hari? Tentu penting banget! Selain karena penting untuk kesehatan dan bentuk syukur kita, PNS sebagai panutan masyarakat tentu harus menjadi pribadi yang sehat dan tangguh. Nih ya, mau jadi tentara sama polisi aja tes kebugarannya gila-gilaan, apalahi PNS. Menurutku, PNS itu kalau punya tubuh sehat dan ideal ga cuma bermanfaat untuk diri sendirinya aja tapi juga pandangan orang lain. Di saat banyak yang memandang PNS itu banyak yang korupsi makan uang haram de el el, kita tunjukkan kita engga kaya gitu. Memang sih sebagian PNS buncit karena seringnya mengikuti rapat dan kalau dikasih snack atau konsumsi ga tanggung-tanggung. Tapi kita sebagai agen of change harus buktikan kita ga rakus dan hidup bersahaja, hasekkk.. Udah gitu keseharian kita ada apel berkali-kali, ada apel pagi, terus setiap makan pagi, siang, malam juga kita baris dulu, dan apel malam pukul 21.00. Petugas apel kaya pembina upacara, pemimpin pasukan, MC, pembaca doa, dirigen, de el el juga bergilir. Iya lah ini penting banget abisnya kan di kantor kita masing-masing juga apel itu merupakan suatu kewajiban sebagai bentuk loyalitas kita. Dan of course kita harus belajar jadi petugas apel.
Di on class ini kegiatan kita kebanyakan kuliah di kelas dengan para widyaiswara yang baik hati. Humanis banget lah pembelajaran disana. Kita bisa dapet banyak ilmu yang bermanfaat dan diskusi banyak hal, apalagi mungkin sebagian dari kita kena cultural shock ketika pertama kali memasuki dunia PNS. Ini juga mungkin menjadi ajang bagi para widyaiswara untuk membentuk calon PNS yang berkarakter dan memiliki idealisme yang baik. Abis gitu like usual, kita dikasih tugas. Dan of course tugas itu kita kerjakan di kamar masing-masing sehabis apel malam. Jadi waktu tidur kita saat itu hanya kurang lebih 3 sampai 4 jam lah hehehe, ini bagus loh karena kan emang kita ga boleh kebanyakan tidur.... Di dalam on class ini kita juga menyusun rancangan aktualisasi yang akan diseminarkan di akhir on class dan diimplementasikan pada saat off class. Aktualisasi itu jadi kaya kita kembali ke kantor masing-masing untuk bekerja dan bagaimana caranya menerapkan nilai ANEKA dalam setiap pekerjaan kita, lalu kita buat laporannya. Keren banget kan, jadi kaya nyusun skripsi atau tesis gitu... Ada seminar proposal, terus penelitian, bimbingan, dan sidang hehehe.. Nah di masa menjelang akhir on class juga kita dibagi coach atau kalau di kuliah ma dosen pembimbing lah yang akan membimbing kita menyusun laporan aktualisasi. Saat seminar rancangan, like usual kita presentasi di depan beberapa penguji. Kita juga didampingi mentor atau atasan langsung kita dari kantor masing-masing. Kita harus dapat meyakinkan penguji bahwa rancangan aktualisasi kita itu dapat diimplementasikan dan mengandung nilai-nilai ANEKA. Oh iya, di akhir on class juga kita mengikuti tes tulis berupa soal-soal materi yang telah kita dapatkan selama di kelas.
Next, memasuki masa off class, kita sedih banget.... Gimana enggak, kita udah bareng selama kurang lebih dua pekan terus harus pisah lagi untuk kembali ke kantor masing-masing. Terutama sama teman sekamar ma sedih banget lah, 24 jam nonstop atuh sama mereka terus hehehe.... Memang sih masa Prajab belum berakhir, tapi ketika kita kembali lagi untuk sidang akhir kan udah kita cuma sidang aja engga akan babarengan lagi.. Well, kita pun kembali ke kantor masing-masing menjalankan rutinitas seperti biasanya, namun masih menggunakan baju hitam putih dan nametag sebagai penciri bahwa kita sedang Diklat (dan diharapkan tidak diberi tugas yang di luar kepentingan Diklat, hehehehe). Selama off class kita sambil nyusun laporan aktualisasi dan ngumpulin evidence-nya. Evidence itu kaya buktinya gitu, macam foto kita lagi rapat misalnya, atau berkas kaya surat disposisi dari atasan, atau juga notula kita hasil mengikuti rapat. Di masa-masa ini juga kita kadang ke Asrama Windu lagi untuk bimbingan dengan coach. Di akhir masa off class, kita kembali lagi ke Windu, menginap semalam, dan besoknya Sidang Aktualisasi.

Well begitulah kira-kira gambaran sedikit tentang Diklat Prajabatan yang pernah aku ikuti. Intinya aku seneng banget dan puas ikut Diklat saat itu! J see you....

Jumat, 20 Januari 2017

A Short Story of Hustiadi: Childhood and Teenager #1

Hustiadi was born in Dadiharja Village Rancah Ciamis, October 8th 1962. He is the first child of Husen, a teacher and Kantini, a housewife. Why was he named “Hustiadi”? What is the meaning of that name? When Kantini was pregnant, there was an incident. Some missionarists intended to build a church in Subang, a district near Dadiharja. Husen with his strong religion didn’t agree with that plan. One of his family was also affected by those missionarists and converted to Christian because of his poverty and as we know, missionarists usually do the approach to the poor people. To discomfit the missionarists, Husen went to Bandung and try to communicate with the pastor in the central church in Bandung. After that negotiation, the missionarists canceled the plan to build a church in Subang. When Kantini’s baby was born, Husen wanted the name of the baby can be memorized his heroic action. So, he named his first child: “HUSTIADI” which means “HUSEN TIDAK INGKAR AKAN DJALAN ALLAH”. He wished the baby could grow up as a man with the bravery and his strong religion.

Hustiadi has a younger brother and a younger sister. Hustiadi spent his childhood in Dadiharja and when he was teenager, he moved to Kuningan because Husen was reassigned to Kuningan. Hustiadi showed good performance in the subjects when he was in senior high school. Unfortunately, he got the intestinal pain when he was in the first year of senior high school. It made him has to get the intestinal surgery and missed the lessons for a while. At that time, he was going to die. After the, intestinal surgery, Hustiadi slept for some days. His father was pessimistic that he could be recover again. And in the morning, Hustiadi showed a movement when his father was praying. His father was so affected and said it was like finding the lost boy. Hustiadi saw it and he never forget his father’s words until now.

Kamis, 02 Juni 2016

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR PENERIMAAN CPNS

Haiiiiii jumpa lagi dengan saya yang sudah lama tidak berkoar-koar di blog. Maklum, mau curcol teh asa ironi gituu tesis aja belum ada progress lagi, masak mau nulis yang gepete. Tapi gapapalah ya, mumpung sekarang kebetulan di kantor sedang agak santai, sepi, orang-orang pada dinas luar, khususnya mah atasan langsung saya sedang bertugas di luar hihihii.. Maaf, bukan bermaksud gabut tapi yaa ingin memanfaatkan waktu aja dengan hal-hal yang saya sukai. Well, udah dari sejak lama saya ingin post mengenai CPNS. Cuma kan konteks CPNS itu luas ya, saya sebenarnya benar-benar ingin share dari mulai pengalaman saya sekecil apapun. Cuma kalo kali ini saya sedang tertarik memposting “MITOS DAN FAKTA PENERIMAAN CPNS”. Gara-garanya kemarin-kemarin saya sempat dengar akan ada penerimaan CPNS kembali tahun 2016 ini. Banyak teman yang bertanya kepada saya mengenai kebenaran berita tersebut, namun saya pribadi belum dapat menentukan hal tersebut hoax atau bukan. Saya hanya menjawab berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya. Saya sendiri seringkali gatal dengan beberapa anggapan mengenai sistem penerimaan CPNS yang bagi saya itu sangat kuno dan sekarang sudah tidak berlaku lagi. Baik, berdasarkan kegatalan saya tersebut, saya pun berusaha sedikit-sedikit mensosialisasikan kebenaran-kebenaran dan ketidakbenaran-ketidakbenaran seputar penerimaan CPNS melalui postingan saya ini.

MITOS:
1.       Menjadi seorang CPNS adalah hal yang sangat sulit sehingga bisa menjadi CPNS disebut sebagai sebuah keajaiban.
2.       Info resmi penerimaan CPNS didapatkan dari mulut ke mulut, kurang terbuka, agar hanya kerabat-kerabat ‘orang dalam’ saja yang mendapatkan informasi tersebut.
3.       Kalau ingin jadi CPNS harus menjadi pegawai honorer terlebih dahulu selama bertahun-tahun.
4.       Kalau mau lolos CPNS, harus punya ‘orang dalam’ yang minimal-minimal pejabat Eselon IV.
5.       Kalau mau lolos CPNS, harus pake uang ratusan juta.
6.       Seleksi administrasi CPNS sangatlah ribet.
7.       Hasil tes CPNS tidak akan berpengaruh apapun karena pada ujung-ujungnya penerimaan CPNS sangat berbau KKN.
8.       Penempatan CPNS tergantung dari domisili kita.
9.       Soal-soal tes CPNS sangat sangat amat sulit.


Beberapa pernyataan di atas sangat amat tidak benar. Faktanya....

FAKTA:
1.       Menjadi CPNS merupakan hal yang relatif mudah, usaha-usaha untuk menggapainya juga sangat konkret, sehingga hal tersebut merupakan pencapaian yang lumrah dalam kehidupan ini.
2.       Seiring berkembangnya zaman, teknologi khususnya di bidang informasi pun berkembang pesat. Sehingga informasi mengenai penerimaan CPNS pun sangat terbuka. Internet menjadi kebutuhan pokok masyarakat di era modern. Berbagai sistem penerimaan pun hampir disosialisasikan melalui media ini. Kita harus cerdas dalam memfilter informasi, jangan sampai terjebak dalam info-info hoax. Informasi mengenai penerimaan CPNS hanya tersedia di website resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan juga Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berbagai informasi lengkap dan jelas tersedia disana. Pendaftaran awal pun dilakukan dengan cara menginput data kita di website tersebut. Jangan pernah percaya akan omongan orang-orang yang sekiranya kurang dapat dipercaya, misal: “Kata Bapak A, pembukaan CPNS udah mulai, daftarnya ke Bapak A juga. Ayo ke rumahnya Bapak A sambil bawain kue.” Nah, hal-hal kaya gitu ga bener banget. Bayangin aja, yang tau tentang pendaftaran CPNS Cuma yang kenal sama Bapak A aja dong. Di zaman keterbukaan informasi sekarang ini, semua orang punya hak yang sama dalam memperoleh informasi. Asal sekali lagi, cerdas memilih dan memilah sumber yang valid. Oleh karena itu, kita harus selalu update info-info dari website Kemenpan atau BKN.
3.       Banyak orang yang terjebak dengan cara menjadi pegawai honorer dengan gaji yang sangat kecil, jauh di bawah UMR demi penantian untuk menjadi seorang CPNS. Hal ini khususnya terjadi di sekolah. Banyak yang beranggapan, kalau dengan menjadi pegawai honorer beberapa tahun, kita akan dimudahkan untuk menjadi CPNS. Saya selalu sedih ketika mengingat guru honorer yang gajinya sangat amat kecil, sekitar 300 ribu perbulan. Banyak rekan saya yang menjadi guru honorer dan bertahan dengan profesi tersebut dengan alasan “agar mudah diangkat menjadi CPNS”. Sekali lagi, saya tegaskan anggapan tersebut sangatlah amat tidak benar. Kalau alasannya, ingin mencari pengalaman atau ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan, saya sangat acungi jempol. Namun kalau hanya untuk menjadi CPNS, saya rasa tidak perlu menunggu penantian bertahun-tahun dengan gaji yang sangat teramat kecil. Kalau menjadi pegawai honorer di instansi pemerintah yang memang memberi gaji yang memadai tidak masalah, namun kalau di sekolah khususnya SD saya kurang setuju. Bukan apa-apa, menurut saya, kalau memang bercita-cita ingin menjadi seorang CPNS, lebih baik sambil menunggu pembukaan CPNS, mencari pekerjaan dengan gaji yang memadai sambil berlatih CPNS. Saya juga pernah menjadi honorer dengan niat mengabdikan diri dan memanfaatkan waktu saja, tidak melihat nominal gaji. Namun ketika saya merasa pekerjaan tersebut membebani saya sehingga saya kurang ada waktu untu berlatih soal-soal CPNS yang menjadi prioritas saya, saya mengajukan resign. Sulit sekali mengajukan resign pada saat itu. Salah seorang guru berkata kepada saya, “Sayang Neng, kalau resign. Kalau udah kerja bertahun-tahun, gampang diangkat jadi CPNS-nya.” Saya hanya manut-manut saja pada saat itu, padahal saya yakin kalau mau jadi CPNS tidak harus menunggu bertahun-tahun. Asalkan kita berusaha sungguh-sungguh dan maksimal dalam setiap tahapan, insya Allah kita mampu bersaing dengan orang lain. Saat itulah saya bertekad dalam hati, “Ya Bu, tapi saya tidak akan seperti Ibu yang menjadi pegawai honorer beberapa tahun untuk diangkat menjadi PNS. Saya akan langsung menjadi PNS karena kemampuan saya saat tes CPNS.”
4.       Ini berhubungan dengan poin nomor 2. Banyak orang yang langsung tiba-tiba melakukan pendekatan dengan orang-orang yang dianggap ‘orang dalam’. Yang disebut orang dalam disini contohnya pejabat-pejabat BKD. Ayah saya sempat berkarier di BKD dan pernah beberapa kali menerima orang-orang yang datang dan berupaya agar diangkat menjadi CPNS. Ini benar-benar anggapan yang kuno. Mungkin dulu pernah ada masa dimana untuk menjadi CPNS harus melakukan ritual seperti ini terlebih dahulu. Namun hey, ini zaman canggih, Broo....  Jangan pernah mempercayakan keberuntungan kepada orang lain. Saya tegaskan, PERCAYALAH TERHADAP KEMAMPUAN DIRI SENDIRI. Ayah saya juga berupaya mensosialisasikan kepada warga masyarakat bahwa penerimaan CPNS zaman sekarang itu benar-benar objektif. Tidak perlu melakukan pendekatan atau kirim-kirim kue kepada siapapun. Lebih baik kuenya dimakan oleh kita sendiri sebagai cemilan di sela-sela berlatih soal-soal CPNS, okay? ;)
5.       Saudara saya pernah tertipu dengan salah seorang oknum yang mengatakan bahwa kalau ingin jadi CPNS, harus bayar ratusan juta. Sayang sekali, saudara saya ini telah terlanjur mengeluarkan uang tersebut dan memang hal tersebut adalah hoax. Saya juga sangat menyayangkan kenapa saudara saya tersebut tidak berdiskusi dengan saya yang tidak mudah percaya kepada orang lain ini. Penerimaan CPNS saat ini benar-benar mengandalkan kemampuan otak sendiri, bukan kemampuan dompet sendiri. Lebih baik uang yang kita punya kita belikan buku-buku latihan CPNS.
6.       Memang banyak orang yang malas untuk mendaftar CPNS karena ribetnya seleksi administrasi, harus ada kartu kuning lah, harus ada surat keterangan catatan kepolisian lah, dan sebagainya. Memang mitos nomor 6 ada benarnya juga, agak ribet mengurus surat-surat, kita harus mengorbankan waktu kita untuk berkeliling ke setiap loket dan mengantri. Sebenarnya, pada penerimaan CPNS tahun 2014, seleksi administrasi tidak lagi seribet itu. Hanya ada beberapa surat saja yang perlu kita urus, tidak sebanyak sebelumnya. Kalau tidak salah, hanya membuat surat keterangan sehat, bebas narkoba, dan surat keterangan catatan kepolisian saja. Namun ya untuk berjaga-jaga, tidak ada salahnya juga mengurus surat yang lainnya.
7.       Lolos atau tidaknya kita menjadi CPNS SANGAT BERGANTUNG PADA HASIL TES CPNS. Sejak tahun 2013, seleksi CPNS menggunakan aplikasi CAT (Computer Assissted Test) dimana kita mengerjakan langsung di komputer, dan penggunaannya pun sangat mudah, lalu selesai mengerjakan kita langsung mengetahui skor hasil tes kita. Ketika kita keluar dari ruangan tes, kita dapat melihat papan berjalan berisi skor seluruh peserta tes yang telah diranking. Benar-benar terbuka, bukan? Jadi setelah itu, kita dapat memprediksi kita lolos atau tidak. Apabila skor kita bagus dan berada di posisi atas, kita dapat lebih tenang. Dengan adanya keterbukaan informasi seperti ini, kita memiliki bukti otentik. Misalnya, ketika pengumuman resmi kelulusan CPNS keluar namun nama kita tidak lolos padahal kita mendapatkan skor yang bagus, kita dapat melakukan protes kepada pihak panitia. Hasil CAT ini benar-benar tidak dapat diganggu gugat.
8.       Sistem penerimaan CPNS sekarang ini sangat terbuka. Di website Kemenpan maupun BKN, tersedia lowongan-lowongan instansi dan formasi jabatan untuk CPNS. Kita dapat memilih dimanapun di seluruh Indonesia. Orang Kabupaten Kuningan tidak harus mendaftar sebagai CPNS Pemkab Kuningan, bisa saja misalnya mendaftar di Pemprov Papua selagi instasi dan formasi jabatannya tersedia.
9.       Bagi saya, soal-soal yang diujikan dalam tes CPNS tidak sesulit soal-soal SNMPTN. Maklum, saya gagal saat mengikuti SNMPTN, hehehe.. Soal SNMPTN IPA sarat dengan hitungan dan rumus Matematika yang sangat rumit, pada saat itu saya belum terlalu suka Matematika. Soal tes CPNS hanya terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi, Tes Wawasan Kebangsaan, dan Tes Intelegensia Umum. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ini yang paling gampang, soal-soalnya seperti soal-soal PKn SD. Kita tinggal memilih jawaban yang paling ideal saja (tidak perlu sesuai dengan kebiasaan kita, yang penting kita ada niat untuk mengambil sikap yang terbaik hehehe). Contoh soalnya semacam: “Ketika sedang mengikuti rapat, lalu ada anggota keluarga yang sakit, apa yang akan Anda lakukan?” gitu-gitu lah, intinya kan kita memilih jawaban yang paling bijak dan sesuai dengan etika. Kalau Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini yang dianggap paling sulit diantara dua jenis soal lainnya. Tes ini berupa soal-soal materi PKn dan Sejarah sekolah menengah, seperti Pancasila, UUD 1945, Sistem Pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru, gitu-gitu dah. Pokoknya tinggal baca buku pelajaran PKn dan Sejarah SMA deh. Beberapa teman saya gagal tes CPNS karena skor TWK-nya di bawah passing grade. Jadi memang diperlukan hapalan yang kuat untuk menguasai TWK ini. Nah kalau Tes Intelegensia Umum (TIU) itu seperti psikotes, semacam deret bilangan, padanan kata, silogisme, perbandingan, dan sebagainya. Kita tinggal sering-sering berlatih psikotes saja, hitungannya pun tidak sulit.


Jadi, pesan dari saya, intinya kita harus menjadi anak muda yang cerdas, kritis, dan melek informasi. Percayalah pada kemampuan diri sendiri, berdoa, dan minta restu orang tua. Insya Allah ketika ada niat yang baik dan kita selalu optimis, Allah akan memudahkan. Aamiin....

CPNS dengan Pakaian Dinas Harian (PDH) warna khaki